Sudah sebulan lebih aku mengikuti bisnis KartuPulsa ini. Dan dari link yang aku pasang di Tukarduid aku mendapatkan 20 orang lebih calon anggota. Baru mulai pagi ini aku prospek seorang demi seorang untuk menjelaskan lebih kenapa bisnis ini sangat menarik. Berikut dibawah adalah email yang aku kirimkan ke mereka pagi ini.
Selamat Pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Saya mengirimkan email ini karena saya melihat Bapak tertarik dengan KartuPulsa dan sudah mendaftarkan diri di Kartupulsa tetapi belum diaktifkan.
Sedikit cerita,
Kemarin hari Minggu 25 Oktober 2009 saya baru saja mengunjungi acara GrandLaunching KartuPulsa di Restorant Diamond Solo.
Waktu saya sampai saya cukup kaget melihat bunga papan yang sangat banyak dari berbagai usaha yang besar di Indonesia,
Dari BCA, Mandiri, Niaga, Prudential dll.
Acara juga sangat ramai dihadiri ratusan orang.
Inti acara adalah perkenalan Komisaris dan Direktur Utama, pembagian reward bonus Prestasi dan makan siang bersama.
Yang menarik disini, KartuPulsa baru 3 bulan softlaunching.
Tetapi sudah banyak sekali yang join dan membuat bisnis ini begitu booming.
Salah seorang penerima reward prestasi tertinggi adalah orang Jawa Timur mendapatkan Rumah dan sebuah mobil Inova.
Ada seorang lagi yang menerima Inova dan beberapa orang lain penerima berbagai reward prestasi.
Ini hanya salah satu bukti saja bahwa KartuPulsa adalah peluang bisnis yang cukup menarik saat ini.
Inti bisnis disini adalah mengubah HP menjadi mesin ATM pribadi. Apa yang biasa kita lakukan lewat ATM bisa dilakukan lewat HP kita,
Kecuali tarik uang tunai tentunya ![]()
Apa yang paling menarik dari KartuPulsa ?
Dengan menjadi Silver atau Gold member, kita bisa mendapatkan pendatapan pasif.
Pasif disini berarti kita tidak perlu mencari downline 1 orangpun.
Jadi tidak perlu kawatir jika kita memang tidak bisa mencari downline, bisnis ini akan tetap memberikan hasil yang maximal untuk anda.
Berapa sie besarnya pendapatan pasif ini ?
Untuk Silver per bulan bisa mendapatkan lebih dari Rp 200.000,- per bulan selamanya dan bisa diwariskan.
Untuk Gold per bulan bisa mendapatkan lebih dari Rp 800.000,- per bulan selamanya dan bisa diwariskan.
Pada prakteknya,
Bulan Agustus
Silver menerima Rp 420.000,-
Gold menerima Rp 873.793,-
Bulan September
Silver menerima Rp 685.808,-
Gold menerima Rp 1.180.681,-
Berapa modalnya ??
Clasic Rp 300.000
Saya tidak menyarankan keanggotaan ini karena tidak ada pasif income untuk level anggota ini
Tetapi jika anda model yang mudah mencari downline, Clasic bisa jadi pilihan yang sangat menguntungkan.
Silver Rp 1.800.000
Anda akan mendapatkan cashback Rp 220.000,- pada minggu pertama
Jadi total modal Rp 1.580.000,-
Gold Rp 4.800.000
Anda akan mendapatkan cashback Rp 720.000,- pada minggu pertama
Jadi total modal Rp 4.080.000,-
Bahkan dengan penataan jaringan yang benar ( akan saya ajarkan setelah aktivasi ) anda bisa mendapatkan peluang pendapatan pasif bulanan berlipat ganda dari nilai diatas.
Nah apalagi yang ditunggu dan dibingungkan ?
Modalnya sudah jelas. BEP kurang lebih 4 bulan bahkan lebih cepat ( saya hanya 1,5 bulan ).
Pendapatannya ? Jangan ditanya .. sangat menggiurkan .. Rp 1.000.000,- per bulan selamanya dan bisa diwariskan.
Dan bisa berlipat ganda dari nilai itu.
Bagaimana cara aktivasinya ?
Anda bisa mentransferkan biaya keanggotaan ke rekening saya
BCA : 445.087.3166 : Eddy Susanto
Dan saya akan bantu aktivasi sampai selesai. Kode login akan di SMSkan langsung oleh KartuPulsa langsung ke HP anda.
Aktivasi juga bisa anda lakukan langsung melalui KartuPulsa dengan mentransfer langsung biaya ke rekening KartuPulsa.
Tetapi jika anda melakukan aktivasi melalui saya, saya akan memberikan bonus tambahan :
1. Garansi uang kembali 100% JIKA anda tidak mendapatkan keanggotaan anda. Setelah anda mendapatkan info login dan keanggotaan, garansi ini hangus.
2. Potongan pendaftaran untuk Silver Rp 50.000,- dan Gold Rp 200.000,-. Jadi anda cukup transfer Rp 1.750.000,0- untuk Silver dan Rp 4.600.000,- untuk Gold.
So apa lagi yang ditunggu, ayo segera aktifkan keanggotaan KartuPulsa anda. Mumpung baru saja GrandLaunching dan peluang bisnis ini masih sangat besar.
Jika anda ada pertanyaan dan kebingungan bisa hubungi saya di email ini atau HP 0815.7855.0777 / 0274.7873.777
Mari kita mendapatkan pendapatan pasif yang sangat besar dengan modal minimal bersama dengan KartuPulsa.
Sukses selalu untuk kita semua
Salam hangat
Eddy Susanto
http://kartupulsa.tukarduid.com
Genap 32 tahun sudah di hari ini.
Terimakasih Bapa,
Berkat-Mu yang sangat melimpah melebihi semua yang ku impikan sampai dengan hari ini ..
Terimakasih Yesus,
Penjagaan-Mu dan benteng-Mu yang kuat melindungi sepanjang perjalanan ini ..
Terimakasih atas keluarga yang sangat menyayangiku, Terimakasih atas istriku yang tercinta yang sangat mencintaiku, Terimakasih atas pekerjaan yang berhasil, Terimakasih atas kesehatan yang ada, Terimakasih atas semua yang kudapatkan hingga saat ini.
Segala doa, puji syukur dan harapan kupanjatkan hanya dalam nama-Mu, Tuhanku ..
Pagi ini baca status di FB temen “Mending Mati Umuk mbangane Mati Ngantuk”. Sebuah paribahasa Jawa. Lebih tepatnya paribahasanya adalah “Mending Mati Umuk Mbangane Mati Ketekuk“.
Arti peribahasanya adalah : lebih baik mati pamer daripada mati malu.
Pamer adalah salah satu turunan sifat dari sombong, dan kesombongan itu seringkali membaca masalah. Tapi dalam peribahasa itu aku merasa ada sedikit benarnya juga. Dalam situasi tertentu, peribahasa itu akan sangat masuk sekali. Bukan sesuatu untuk dijadikan pedoman hidup pastinya.
Buat aku pribadi, aku sudah menanamkan ke diri sendiri juga, kalau kita mo sukses di dalam sebuah bisnis dalam persaingan yang ketat, kita harus menunjukkan kesombongan kita kepada lawan-lawan kita. Bukan untuk mencari musuh, tetapi lebih menunjukkan bahwa aku tidak bisa diajak main-main.
Tentunya ada peribahasa lain yang harus diperhatikan : Besar Pasak Daripada Tiang.
Situasi tertentu yang aku sebut dipaling atas adalah situasi dengan batasan peribahasa ini. Selama yang kita sombongkan atau pamerkan adalah benar-benar kemampuan kita dan tidak melebih-lebihkan, aku rasa masih bisa diterima.
Kalau dr Bejo kemana-mana selalu memperkenalkan diri sebagai seorang dokter dengan selalu menyebutkan kata “dokter” didepan namanya, itu masih wajar. Karena dia beneran dokter. Tapi kalau kemudian dia bercerita habis melakukan operasi transplantasi jantung yang rumit padahal sebenarnya cuma melakukan operasi usus buntu, itu namanya kelewatan.
Kalau kita punya uang hasil jerih payah kita bekerja dan menabung, kemudian dari rumah kontrakan kecil kita membeli rumah yang besar dan segala isinya. Kemudian mengundang rekan-rekan untuk berpesta bersama merayakan, itu masih wajar. Tapi kalau untuk semua itu 10 kartu kredit yang dipunyai sudah over limit semua dan bulan depan ga tau untuk minimal pembayaran aja bisa nutup atau nda, itu yang namanya kelewatan.
Sombong dan pamer buat aku mempunyai kadarnya sendiri. Selalu ada batasan-batasan yang masih boleh dan tidak boleh dilewati.
Manusia mati hanya meninggalkan nama dan segala perbuatannya didunia ini .. dari pada mati dalam keadaan malu .. buat aku lebih baik memang mati dalam keadaan sombong.
Yah berlaku untuk beberapa orang saja termasuk aku mungkin …
Kemarin nganter Joan ke pertemuan di Gereja. Karena khusus wanita, aku lanjut ke rumah Krapyak nyari makan. Pas pulang dari Krapyak mo jemput Joan lagi di Gereja, di lampu merah dongkelan ada anak dengan potongan rambut tegak berdiri kayak ijuk.
Tau-tau jendelaku di ketuk rada keras. Mungkin dipikirnya aku nda liat bentuknya yang males itu. Biarpun pemerintah bilang memberi di perempatan itu tidak mendidik, aku sering kali memberi ke anak-anak jalanan dan bapak ibu jalanan. Yah aku pikir, pak Guru dan bu Guru aja nda isa mendidik mereka untuk menjadi bener apa lagi aku yang ga becus mendidik ini, makanya biarlah urusan mendidik itu tidak menjadi bagianku. Aku mempunyai lebih recehan, ya ta bagi-bagi daripada kalau aku muter lagu kenceng-kenceng ada suara tambahan cring-cring-cring.
Tapi ntah napa, malam itu tanganku serasa berat untuk memberi. Malas aja liat bentuknya kayaknya. Akhirnya aku cuman melambaikan tangan dengan santai yang mengisyaratkan tidak memberi.
“Wooo PELIT !!” teriak anak itu keras banget.
Sejenak ku termenung dan ndilalahe lampu menyala hijau.
Dalam hati aku bertanya, apa iya kalau aku nda memberi itu berarti aku menjadi pelit ? Ya mungkin malam itu memang aku pelit ama tuh anak.
Paling males liat orang minta-minta, tapi rambutnya pakai minyak tanah siap dibakar dibikin berdiri tegak-tegak gitu, atau yang minta-minta sambil ngerokok kebul-kebul ..
Maaf nak .. aku emang lagi pelit malam itu ..
