The Gas Station is temporarily unable to service your request due to the car owner reaching his/her bensin limit. Please try another station.

Beberapa hari ini berbagai media berita masih diributkan dengab rencana kenaikan harga BBM. Berbagai wacana pro dan kontra dipaparkan dan beradu pendapat. Aku ? Sekali lagi mengambil posisi yang netral aja di arena kancah politik. Ra mudeng politik. Mo dibilang ini masalah ekonomi atau apa, kesemuanya berawal dari konflik politik aja menurutku pribadi.

Kemarin siang nganter mama ke nikahan teman di Klaten, bensin tinggal 2 strip. Berhenti di pom bensin di daerah Kalasan buat ngisi.
Aku : “Isi 100rb mas”
POM : “Tidak bisa pak. Sekarang maximal pembelian 75rb”
Aku : “Wooooo”
POM : “Iya pak, sejak 15Mei kemarin. Itu selebarannya” sambil menunjuk ke sebuah selebaran yang ditempel ditiang.
======================
Mobil Pribadi : 75rb
Angkutan Umum : 100rb
======================
Dua itu aja yang aku ingat harganya.

Aku : “Ya dah mas, 75rb”
POM : “Didepan sana ada pom lain kok pak. Nanti dari sini bisa beli lagi disana. Ini peraturan bodoh dari pemerintah aja”

Hahaha itu juga yang aku pikirin. Sekarang kalo memang kita butuh bensin untuk perjalanan 100rb apa mo ga beli lagi, sisanya seperempat perjalanan njur didorong ? Akhirnya meneruskan perjalanan sampai Klaten dan pulang lagi. Pikir-pikir dari pada ribet besoknya sekalian isi bensin lagi aja sebelum nyampe rumah. Akhirnya beli bensin lagi di daerah RingRoad Selatan.
Aku : “Isa isi full mas ?” tanyaku duluan
POM : “Bisa pak”
Aku : “Full aja kalo gitu”

Ternyata lom semua pom menerapkan aturan itu.

Aku pribadi merasa aturan ini dengan alasan apapun adalah peraturan yang bodoh. Dengan pindah pom 2x aja sudah dapat 150rb. Tidak adanya instrumen yang memberikan tanda bahwa kita sudah mengisi 75rb hari ini membuat peraturan ini hanya sekedar peraturan diatas kertas aja. Contohnya angkutan umum, maximal 100rb. Mana cukup muter-muter seharian cuman pake solar seharga 100rb.

Solusi sekilas untuk sistem ini : Sistem Quota Bensin
Ciptakan sebuah sistem yang online diseluruh SPBU di tanah Jawa. Nomor Polisi kendaraan kan unik, kita jadikan id saja. Setiap kendaraan mengisi bensin, nomor platnya dicatat dan disimpan disebuah database pusat. Dan setiap akan mengisi selalu di cek ke database pusat apakah masih ada kuota untuk plat ini. Kita terapkan sistem quota bandwith untuk pengisian bensin.
Dan semua sistem pasti punya kelemahan, nanti setiap bepergian selalu bawa beberapa plat nomor, kalo mo isi bensin ganti plat nomor dulu, macam kalo ke Ambarukmo Plaza ga mau dibatasi 2 jam koneksi gratis, trus diganti MAC address nya hehehe

5 Celetukan untuk “Bensin Limit Exceeded”

  1. Donny VerdianNo Gravatar says:

    Hehehe.. oalah Ed.. Ed..
    percayalah.. sekuat-kuatnya logika Algoritma kita, tak akan mampu mematahkan apa yang telah menjadi kebiasaan bangsa ini :)

    Di bangsa yang justru sangat mendewa-dewakan IT ini, algoritma kode unik tak akan pernah bisa berlaku :)

  2. EddyNo Gravatar says:

    @Donny
    Tapi biarpun ga akan pernah bisa berlaku, pasti nanti ada yang mencoba memberlakukan, Don
    Soalnya kan buntut-buntutnya kan proyekan gedhe lagi hehehe

  3. HendraNo Gravatar says:

    Oalahhh,… kalo di beberapa POm malahan bisa beli 75rb trus tambah 25 rebu. Jadi ngga usah pindah POM segala, kan kalo diisi dengan cara begitu ngga ada bedanya sama 100 rb sekaligus, cuman di meterannya dipencet 2 kali. :) )

    Nasib,… nasib,…. kapan mau majunya,… :D

  4. TrisnoNo Gravatar says:

    Ya, itulah keajaiban di Indonesia. Semoga hanya bensin yg dilimit. Kalo udara jg dilimit … wadhoouuhh :(

  5. EddyNo Gravatar says:

    @Trisno: itu program pemerintah yang baru, mengikuti program KB yang pernah sukses, mungkin akan disukseskan program baru PB : Penduduk Berencana : Hidup cukup 20 Tahun
    Mantap kalii yaa program gini ..

Bebas Nyeletuk

Bebas digunakan : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>