Beberapa hari terakhir ini dunia, atau lebih tepatnya Indonesia digoyang dengan kehebohan film 2012. Sebuah film tentang bencana alam yang menggambarkan berakhirnya kehidupan manusia.
Film ini mempunyai sebuah cerita yang sebenarnya sangat sederhana. Sebuah penemuan geologis yang mengungkapkan umur bumi tinggal beberapa tahun lagi dan harus dilakukan berbagai persiapan untuk kelangsungan hidup orang banyak. Dan karena ini film buatan Amerika tentunya dibumbui dengan cerita kepahlawanan orang Amerika dan kepandaian bangsa Amerika sehingga nasib manusia terselamatkan.
Yang menarik dari fenomena film 2012 bukanlah film itu sendiri tetapi bagaimana beberapa kelompok orang di Indonesia menyikapi film ini.
Kelompok ini menyatakan bahwa film ini membahayakan moral. Film ini tidak layak tonton karena film ini tidak sesuai dengan ajaran agama mereka bahwa kiamat itu tidak ada orang yang tahu. Bahkan ada komentar dari petinggi kelompok itu yang menyatakan bahwa di poster film ini harus ditulisin “Film ini hanyalah fiksi belaka”.
Sejenak aku berpikir. Bukannya bermaksud membodoh-bodohkan orang tersebut. Tetapi apa iya ada yang bilang film ini adalah kenyataan ? Bukankah film ini hanya sebuah film hiburan ? Bukankah hanya orang bodoh yang bilang ini adalah film dokumenter dari masa depan ?
Toh juga film ini bukan menceritakan tentang kiamat, pada akhirnya manusia tetap berdiri teguh. Selamat dan bisa melanjutkan kehidupannya. Film ini hanya sebuah hiburan bencana yang membunuh jutaan orang.
Kalau membicarakan masalah moral yang dirusak. Bukankah film-film sejenis “Jeritan Kuntilanak” dan sebangsa setan lainnya lebih menyesatkan ? Apa karena film itu buatan anak negeri dengan menggambarkan cerita lokal makanya tidak merusak bangsa ? Banyak film lokal yang mengumbar celana bikini perut mulus dada membusung kencang yang beredar tanpa dipermasalahkan. Apakah sinetron-sinetron kita tidak lebih parah lagi dalam merusak moral anak dan menghancurkan jam kerja ibu-ibu ?
Kalau membicarakan ramalan. Bahwa tidak seorangpun tahu masa depan. Kenapa seorang mama yang sering minta duid lewat sms itu tidak kena cekal ? “Saya akan bantu hidup anda. Ketik REG spasi Nama ..” Apa bedanya ramalan mama itu dengan kalendar orang maya yang dianggap ramalan masa depan ? Apakah karena mama itu aset dalam negeri yang banyak dimintai pendapat oleh pejabat makanya tidak kena cekal padahal suka mengumbar ramalan-ramalan tidak penting ?
2012 juga bukan film kiamat yang pertama. Ada Knowing nya Nicholas Cage yang jelas-jelas benar-benar lebih kiamat daripada 2012. Ada Armagedon nya Bruce Willis yang menggambarkan kiamat tapi berhasil digagalkan. Tetapi film-film ini tidak pernah mendapatkan teguran dari kelompok ini. 2012 memang fantastis.
Antrian orang untuk menonton film ini memang luar biasa. Di Empire XXI temanku bilang pernah antriannya berlekuk sampai didepan LPP. LPP adalah gedung disebelah Empire. Edan. Orang begitu antusias. Bahkan film Twilight Saga – New Moon sampai harus diundur maen karena antriannya 2012 tidak kunjung menyusut malah semakin meluap. Belum pernah terjadi di film apapun.
Keindahan film ini dan fenomenal yang disebabkan oleh penilaian kelompok diatas tadi mungkin membuat film 2012 mencatatkan record penjualan tiket terbanyak di Indonesia.
Yang pasti, orang Holywood pasti sedang berpesta pora dengan kelarisan film ini. Kalau aku jadi produser film, mungkin aku sisihkan sebagian dana iklan untuk disumbangkan ke kelompok diatas dan minta mereka untuk mengeluarkan pernyataan atas film baruku. Pasti bisa laris seperti 2012.
Buat aku pribadi yang pinter ini nda bodoh seperti orang-orang yang menganggap film ini nyata dan merusak moral, film ini adalah hiburan yang sangat bagus. Kemungkinan bakal nonton lagi jika tidak keburu ditarik dari peredaran. Ceritanya simple tapi efek dan ketegangannya dapat dirasakan. Film ini bener-bener tidak mengecewakan sampai aku harus booking duluan untuk premiere film ini.
Jika anda berpikiran terbuka, tidak gampang rusak moral karena film dan percaya bahwa 2012 itu hanyalah sebuah fiksi belaka .. Rugi jika ga nonton film ini.
Ditulis di AW Delta Plasa sambil nunggu waktu jalan ke bandara pulang ke Jogja tercinta meninggalkan propinsi yang melarang 2012.
Tags: 2012, calendar, end of days, kiamat, maya
