Pagi ini baca status di FB temen “Mending Mati Umuk mbangane Mati Ngantuk”. Sebuah paribahasa Jawa. Lebih tepatnya paribahasanya adalah “Mending Mati Umuk Mbangane Mati Ketekuk“.

Arti peribahasanya adalah : lebih baik mati pamer daripada mati malu.

Pamer adalah salah satu turunan sifat dari sombong, dan kesombongan itu seringkali membaca masalah. Tapi dalam peribahasa itu aku merasa ada sedikit benarnya juga. Dalam situasi tertentu, peribahasa itu akan sangat masuk sekali. Bukan sesuatu untuk dijadikan pedoman hidup pastinya.

Buat aku pribadi, aku sudah menanamkan ke diri sendiri juga, kalau kita mo sukses di dalam sebuah bisnis dalam persaingan yang ketat, kita harus menunjukkan kesombongan kita kepada lawan-lawan kita. Bukan untuk mencari musuh, tetapi lebih menunjukkan bahwa aku tidak bisa diajak main-main.

Tentunya ada peribahasa lain yang harus diperhatikan : Besar Pasak Daripada Tiang.

Situasi tertentu yang aku sebut dipaling atas adalah situasi dengan batasan peribahasa ini. Selama yang kita sombongkan atau pamerkan adalah benar-benar kemampuan kita dan tidak melebih-lebihkan, aku rasa masih bisa diterima.

Kalau dr Bejo kemana-mana selalu  memperkenalkan diri sebagai seorang dokter dengan selalu menyebutkan kata “dokter” didepan namanya, itu masih wajar. Karena dia beneran dokter. Tapi kalau kemudian dia bercerita habis melakukan operasi transplantasi jantung yang rumit padahal sebenarnya cuma melakukan operasi usus buntu, itu namanya kelewatan.

Kalau kita punya uang hasil jerih payah kita bekerja dan menabung, kemudian dari rumah kontrakan kecil kita membeli rumah yang besar dan segala isinya. Kemudian mengundang rekan-rekan untuk berpesta bersama merayakan, itu masih wajar. Tapi kalau untuk semua itu 10 kartu kredit yang dipunyai sudah over limit semua dan bulan depan ga tau untuk minimal pembayaran aja bisa nutup atau nda, itu yang namanya kelewatan.

Sombong dan pamer buat aku mempunyai kadarnya sendiri. Selalu ada batasan-batasan yang masih boleh dan tidak boleh dilewati.

Manusia mati hanya meninggalkan nama dan segala perbuatannya didunia ini .. dari pada mati dalam keadaan malu .. buat aku lebih baik memang mati dalam keadaan sombong.

Yah berlaku untuk beberapa orang saja termasuk aku mungkin …

Sebuah Celetukan untuk “Mending Mati Umuk Mbangane Mati Ketekuk ..”

  1. mr bejoNo Gravatar says:

    betul sekali pak

Bebas Nyeletuk

Bebas digunakan : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>