Pagi ini barengan dengan FuQing Jogja mengadakan acara bakti sosial ke Panti Asih di Pakem. Panti ini memiliki lahan yang sangat luas dan dihuni oleh 80 orang ( anak-anak dan dewasa, laki dan perempuan ) dengan IQ dibawah 50 atau kita biasa bilang “terbelakang”. Membawa sedikit sembako, bermain bersama dan makan bersama.
Sebuah dunia baru yang aku lom pernah sentuh. Jujur pada awalnya ada sedikit rasa takut. Bukan takut dipukul atau takut dikasari secara fisik. Tetapi lebih pada sebuah ketakutan tidak bisa bertingkah sepantasnya. Aku suka bingung sendiri kalau harus bertatap muka dengan orang yang memiliki cacat fisik di depan mata. Semakin mata berusaha kita palingkan dari sana, semakin besar magnet menarik mata kita menuju kesana. Aku takut dan berusaha menghindar. Walaupun pada akhirnya mau ga mau karena harus angkat-angkat barang, setengahnya dipaksa untuk mau bersosialisasi dengan mereka. Sebuah dunia yang aku tahu ada tapi lom pernah berusaha ambil peduli selama ini. Sebuah dunia yang dibilang kurang kasih sayang dan kangen perhatian.
Dibilang ada 3 hal yang menjadi sumber utama terjadinya otak lemot.
- Babbysitter menjatuhkan bayi dan ga ngomong ma ortunya si bayi sehingga tidak bisa mengambil tindakan dan pengecekan pencegahan. So hati-hati dengan yang menggunakan jasa babysitter. Pakai yang bener-bener bisa dipercaya.
- Pernikahan sedarah. Artinya kakak kawin ma adik kandung dan melahirkan. Istilah sononya incest.
- Hal-hal lain yang bisa terjadi
Dari 3 penyebab itu yang paling ngeri ya nomor 3 itu. Hal hal lain yang kita ga bisa menduga.
Trenyuh .. itu yang terasa. Dari cerita pengurus, hampir sebagian besar sudah seperti dibuang oleh keluarganya. Hanya separo yang masih ditengok oleh keluarganya. Itupun setahun sekali atau dua kali. Disana dibagi menjadi beberapa blok. Khusus wanita, khusus pria dan khusus anak-anak. Dimana tiap-tiap blok mempunyai beberapa pengurusnya.
Selama ini aku terbiasa menjadi orang dengan IQ diatas rata-rata, biarpun lom masuk kelas jenius. Tapi aku terbiasa biasa berpikir dan melakukan banyak hal sendirian. Aku membuat website yang sangat spektakuler. Aku mempunyai ide yang berhasil di kembangkan menjadi beberapa software yang cukup laku dan tidak ada yang sejenis. Bahkan untuk hal kecil seperti makan dan mandi bisa kulakukan sendiri.
Disana begitu banyak yang masih harus dibantu. Makan harus disuapin. Bahkan ada yang kalao makan roti, rotinya habis, plastiknya yang dilahap. Jadi makanan yang dikirimkan juga harus dibuka dulu plastiknya sehingga mereka bisa makan tenang tanpa kita kuatir.
Sesaat aku sempat merenung, sambil ngeliatin anak cewe yang punya toko kancing di Kranggan yang cakep, betapa kita yang normal ini begitu diberkatin. Walaupun para ahli bilang baru 10% otak kita ini dipakai, tapi begitu banyak kenormalan yang merupakan hal-hal yang sangat luar biasa yang kadang lupa kita syukurin.
Kadang .. atau lebih tepat .. seringnya hal-hal kecil buat kita yang mampu adalah hal-hal yang besar bagi yang tidak mampu. Sudahkah kamu bersyukur atas keadaanmu yang sekarang ini ?
Btw .. waktu nyari-nyari gambar buat coretan ini, nemu sebuah game online. Game untuk test, “seberapa idiot dirimu ??”. Coba aja mainkan .. cukup adictive hueuehuee.
Hasilku ?
Tags: fuqing, pakem, panti asih

