Dicoret Eddy pada July 21st, 2010

Seorang teman di FB menuliskan

katanya mamanya itu jg gatel,…buah emang jatoh,gak jauh dr pohon

Sebuah berita heboh artis mencium pengusaha yang masih beristri dan belum selesai proses cerainya menimbulkan pernyataan diatas. Aku bukan ingin menuliskan mengenai gosip artis itu. Sudah banyak media yang menuliskan.

Sudah tertulis didalam masyarakat kita bahwa buah itu kalau jatuh ga jauh dari pohonnya. Kalau anaknya bajingan diturut keatas ternyata bapak atau ibunya juga bajingan. Kalau anaknya mata keranjang, runut punya runut ternyata bapak / ibunya juga doyan maen perempuan / laki lain. Seakan semua kejelekan si anak itu emang kutukan turunan.

Bahkan dalam masyarakat Jawa dipercayai kalo cari pasangan hidup itu liat bibit, bobot dan bebet. Terutama bibit, adalah anaknya siapa. Siapa orang tuanya. Dalam strata mana. Kegilaan tingkat berapa dan sebagainya.

Lalu apakah memang akan selalu seperti itu ?

Aku yakin akan ada selalu faktor-faktor pengubah yang kuat. Buah kalau jatuh memang tidak jauh dari pohon. Tapi kalau pohon ditanam ditanah yang miring, buah pasti akan menggelinding ke bawah.

Akan ada banyak faktor-faktor yang menjadi si tanah miring tersebut. Entah itu lingkungan yang sehat, teman yang baik ataupun perhatian dari sekitarnya. Jangankan jatuh ga jauh dari pohon, pohon Nangka berbuah pisang aja ada.

Ada banyak faktor, jangan hanya menilai seseorang dari siapa bapak ibunya. Karena tidak sedikit juga contoh yang mana orang tuanya baik-baik, anaknya jadi berandalan. Orang tuanya keduanya adalah seorang pemimpin agama tapi anaknya amburadul berbuat hal memalukan.

Jadi benarkah buah kalo jatuh ga jauh dari pohon ? Tergantung dimana pohon itu ditanam dan jenis apa buahnya :)

katanya mamanya itu jg gatel,…buah emang jatoh,gak jauh dr pohon9 minutes ago ·
Dicoret Eddy pada May 21st, 2010

21 Mei 2005 kita mengucapkan janji tuk tetap bersama selamanya sampai maut memisahkan .. 5 tahun sudah kita arungi bersama biduk rumah tangga ini. Begitu banyak kejadian yang terjadi. Ada suka dan duka. Ada tawa dan tangis. Ada kecerian dan kesedihan yang terjadi 5 tahun terakhir ini.

Dan detik ini dengan penuh syukur dan pujian, aku berterimakasih kepada Tuhan, semua hal itu kualami bersama dengan mu.

Ku haturkan syukurku karena Tuhan mengirimkan mu untuk menemani hari-hariku ..
Ku panjatkan doaku untuk kebersamaan kita di hari-hari yang akan datang ..

Tahun demi tahun ada begitu banyak berkat dalam keluarga ini.

21 Mei 2010, Sekarang kita berdiri berdua disini, menatap semua hari yang sudah kita lalui, hanya puji syukur yang terus kukatakan karena kamu datang di sisiku.

I love you so much honey ..
From the first year we met and today I love you more than ever.
Would the Wood become a Gold ? YES !! Absolutely.

Happy 5th Anniversary

I Love You, Joan


Dicoret Eddy pada May 19th, 2010

Malam ini benernya pengen nulis tentang 5 tahun perjalanan kita honey, tapi aku tau-tau buntu mo nulis apa. Aku coba searching blog kita dulu berdua dan ketemu lagi.

Aku baca dari awal sampai ini aku nulis baru dapat separo archived yang aku baca. Aku membaca sambil mencoba mengingat rasa dan kejadian saat aku menuliskan post-post itu. Ada post yang kamu marah dan aku dah lupa kenapa kamu marah. Ada berbagai bentuk tulisan dan aku tertawa sendiri membaca tulisan-tulisan itu ..

Yang baru aja aku baca dari post 27 April 2004

Saat kamu nanti disini ..
Akan kah kamu merasa bosan .. ??

Saat kamu nanti disini ..
Akan kah kamu merasa jenuh .. ??

Aku hanyalah pria yang berteman dengan sunyi ..
Aku hanyalah pria yang berkawan dengan sepi ..
Tak pernah ku menyentuh dunia gemerlap ..
Tak pernah ku mengecap malam terkoyak pagi ..

Aku ..
Merenung sendiri dalam gundah ..
Melewati malam bersama teman setiaku ..
Tidur terlelap .. menunggu pagi menjemput ..

Aku membaca dan mengingat berbagai masalah yang kita hadapi masa-masa pacaran, berbagai gelisah dan ketakutan yang ada.

Sambil melihat keadaan kita sekarang, dalam hati ku mengucap syukur yang terdalam, begitu melimpah berkat yang Tuhan berikan untuk kita berdua. Dan mengenai ini aku tuliskan besok terpisah aja :D

Dicoret Eddy pada May 13th, 2010

Malam ini setelah proses semua orderan, kuhabiskan nonton chanel KIX di Indovision. Film-film Mandarin lama yang diputer.  Sambil nulis ini aku nonton “A Man Called Hero” pemeran utamanya Ekin Cheng memerankan Hero Hua. Kalau ga salah film ini adaptasi dari sebuah komik silat. Film produksi tahun jebot tapi efex nya masih lebih enak diliat dari pada film-film produksi Indonesia baru-baru ini.

Menceritakan sebuah jagoan silat yang selalu diramalkan penuh kesialan dalam bersosialisasi. Hero Hua percaya bahwa dia dilahirkan dibawah naungan Bintang Kematian. Dan dia percaya bahwa seumur hidupnya harus menghabiskan sisa hidup sendirian atau orang-orang yang dia kasihi mati jika berada didekatnya.

Melihat film ini membangkitkan imaginasi dan keinginan-keinginan lama.  Tenaga dalam, terbang dan berbagai kesaktian yang ditunjukkan di film itu pernah atau bahkan aku rasa masih ingin aku miliki. Aku bukan orang yang percaya bahwa manusia diciptakan hanya seperti ini adanya. Aku percaya bahwa berbagai kekuatan dan kemampuan yang orang awam sebut sebagai superpower atau supranatural sebenarnya adalah kemampuan biasa yang terpendam saja.

Dengan berlatih yang benar dan tekun semua hal itu bukan mustahil bisa didapatkan. Bukan dengan sistem tanam kekuatan model perguruan-perguruan silat atau dengan bersekutu dengan mahluk selain manusia, tapi benar-benar dengan membangkitkan potensi diri.

Aku inget aku belajar gTummo dari tingkat basic hingga tingkat Vajra bukan demi kesehatan dan penyembuhan tapi semata karena aku ingin bisa terbang. Saat kuungkapkan alasanku, Masterku hanya tertawa dan berkata “Itu biasa. Dengan latihan dan pengenalan diri yang makin mendalam, semua alasan itu akan hilang dengan sendirinya. Kesaktian adalah bonus ..”

Kriya Yoga aku dalami, pun dengan alasan yang sama. Shakti. Tapi walaupun shakti itu belum datang aku sudah mendapatkan manfaat lain dari latihan-latihanku.

Hitung-hitung sudah 5 tahun aku meninggalkan berbagai latihan itu. Walaupun dalam titik hati terdalam aku masih belum bisa merasakan dimana kesalahan dari latihan-latihan itu, tetapi aku berusaha menghindari hal-hal yang tidak sepaham dengan ke-Kristenan-ku.

Diluar benar atau salahnya latihan-latihanku dipandang dari sudut agama, yang pasti latihan-latihan itu membawa hal baik yang dianjurkan oleh agama. Pengendalian emosi yang lebih baik adalah hal pertama yang bisa aku rasakan. Kepekaan rasa dan feeling yang walau sering kali aku abaikan banyak benarnya.

Apakah aku merindukan latihan-latihan itu .. ?  entahlah ..
Apakah aku masih ingin bisa terbang ? Tentu saja. Dan bener-bener terbang sendiri bukan naik pesawat terbang atau loncat dari gedung pencakar langit.