Dicoret Eddy pada December 6th, 2009

**Renungan PAGI**

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara.
Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.
Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya mulai menjerit ke arah kami.
Supir taxi hanya tersenyum melambai pada orang orang tersebut.
Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat.
Maka saya bertanya,
“Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut

“Hukum Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah,
seperti:
frustrasi,
kemarahan,
kekecewaan.

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, seringkali mereka membuangnya kepada anda.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, dirumah atau dalam perjalanan.
Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati kita.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.

Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.

Selamat menikmati hidup yang diberkati bebas dari “sampah”.

Have a nice weekend

#fb#
Didapat dari rekan di BB

Dicoret Eddy pada November 22nd, 2009

Beberapa hari terakhir ini dunia, atau lebih tepatnya Indonesia digoyang dengan kehebohan film 2012. Sebuah film tentang bencana alam yang menggambarkan berakhirnya kehidupan manusia.

Film ini mempunyai sebuah cerita yang sebenarnya sangat sederhana. Sebuah penemuan geologis yang mengungkapkan umur bumi tinggal beberapa tahun lagi dan harus dilakukan berbagai persiapan untuk kelangsungan hidup orang banyak. Dan karena ini film buatan Amerika tentunya dibumbui dengan cerita kepahlawanan orang Amerika dan kepandaian bangsa Amerika sehingga nasib manusia terselamatkan.

Yang menarik dari fenomena film 2012 bukanlah film itu sendiri tetapi bagaimana beberapa kelompok orang di Indonesia menyikapi film ini.

Kelompok ini menyatakan bahwa film ini membahayakan moral. Film ini tidak layak tonton karena film ini tidak sesuai dengan ajaran agama mereka bahwa kiamat itu tidak ada orang yang tahu. Bahkan ada komentar dari petinggi kelompok itu yang menyatakan bahwa di poster film ini harus ditulisin “Film ini hanyalah fiksi belaka”.

Sejenak aku berpikir. Bukannya bermaksud membodoh-bodohkan orang tersebut. Tetapi apa iya ada yang bilang film ini adalah kenyataan ? Bukankah film ini hanya sebuah film hiburan ? Bukankah hanya orang bodoh yang bilang ini adalah film dokumenter dari masa depan ?

Toh juga film ini bukan menceritakan tentang kiamat, pada akhirnya manusia tetap berdiri teguh. Selamat dan bisa melanjutkan kehidupannya. Film ini hanya sebuah hiburan bencana yang membunuh jutaan orang.

Kalau membicarakan masalah moral yang dirusak. Bukankah film-film sejenis “Jeritan Kuntilanak” dan sebangsa setan lainnya lebih menyesatkan ? Apa karena film itu buatan anak negeri dengan menggambarkan cerita lokal makanya tidak merusak bangsa ? Banyak film lokal yang mengumbar celana bikini perut mulus dada membusung kencang yang beredar tanpa dipermasalahkan. Apakah sinetron-sinetron kita tidak lebih parah lagi dalam merusak moral anak dan menghancurkan jam kerja ibu-ibu ?

Kalau membicarakan ramalan. Bahwa tidak seorangpun tahu masa depan. Kenapa seorang mama yang sering minta duid lewat sms itu tidak kena cekal ? “Saya akan bantu hidup anda. Ketik REG spasi Nama ..” Apa bedanya ramalan mama itu dengan kalendar orang maya yang dianggap ramalan masa depan ? Apakah karena mama itu aset dalam negeri yang banyak dimintai pendapat oleh pejabat makanya tidak kena cekal padahal suka mengumbar ramalan-ramalan tidak penting ?

2012 juga bukan film kiamat yang pertama. Ada Knowing nya Nicholas Cage yang jelas-jelas benar-benar lebih kiamat daripada 2012. Ada Armagedon nya Bruce Willis yang menggambarkan kiamat tapi berhasil digagalkan. Tetapi film-film ini tidak pernah mendapatkan teguran dari kelompok ini. 2012 memang fantastis.

Antrian orang untuk menonton film ini memang luar biasa. Di Empire XXI temanku bilang pernah antriannya berlekuk sampai didepan LPP. LPP adalah gedung disebelah Empire. Edan. Orang begitu antusias. Bahkan film Twilight Saga – New Moon sampai harus diundur maen karena antriannya 2012 tidak kunjung menyusut malah semakin meluap. Belum pernah terjadi di film apapun.

Keindahan film ini dan fenomenal yang disebabkan oleh penilaian kelompok diatas tadi mungkin membuat film 2012 mencatatkan record penjualan tiket terbanyak di Indonesia.

Yang pasti, orang Holywood pasti sedang berpesta pora dengan kelarisan film ini. Kalau aku jadi produser film, mungkin aku sisihkan sebagian dana iklan untuk disumbangkan ke kelompok diatas dan minta mereka untuk mengeluarkan pernyataan atas film baruku. Pasti bisa laris seperti 2012.

Buat aku pribadi yang pinter ini nda bodoh seperti orang-orang yang menganggap film ini nyata dan merusak moral, film ini adalah hiburan yang sangat bagus. Kemungkinan bakal nonton lagi jika tidak keburu ditarik dari peredaran. Ceritanya simple tapi efek dan ketegangannya dapat dirasakan. Film ini bener-bener tidak mengecewakan sampai aku harus booking duluan untuk premiere film ini.

Jika anda berpikiran terbuka, tidak gampang rusak moral karena film dan percaya bahwa 2012 itu hanyalah sebuah fiksi belaka .. Rugi jika ga nonton film ini.

Ditulis di AW Delta Plasa sambil nunggu waktu jalan ke bandara pulang ke Jogja tercinta meninggalkan propinsi yang melarang 2012.

Tags: , , , ,

Dicoret Eddy pada November 19th, 2009

Hari ini 19 November 2009 genap 1 tahun papa dipanggil pulang kerumah Bapa di Surga.

Setahun lebih yang lalu papa sakit perut sebelah kanan depan. Hampir seminggu 2x aku anter ke Pantirapih tiap tengah malam lewat. Setelah disuntik sakitnya hilang dan kumat lagi beberapa hari kemudian. Sampai akhirnya setelah dipaksa dan mungkin sakit yang makin menjadi, papa mau melakukan check up semuanya. Dan diketahui papa punya batu empedu yang cukup besar.

Dokter bilang pada dasarnya semua orang punya batu empedu. Cara makan yang “kotor” membuat penumpukan batu itu menjadi makin besar.

Setelah doa dan usaha pengobatan non operasi tidak membawa dampak bagus, akhirnya diputuskan papa operasi. Setelah operasi keadaan sepertinya membaik. Sakitnya hilang tapi badan masih lemes pasca operasi. Tetapi bukannya semakin baik kondisinya semakin menurun. Akhirnya dengan setengah dipaksa akhirnya papa mau mondog lagi untuk perawatan intensif.

Dirumah sakit, kondisi papa semakin membaik. Dan kemudian dapat berita oma Joan meninggal dan akan segera dikuburkan di Menado. Ini saat terakhir, belum pernah ketemu oma dan kalo tidak kesana tidak akan pernah bertemu. Setelah konsultasi dengan mama & papa dan melihat kondisi papa yang makin membaik, akhirnya aku berangkat ke Menado tanggal 19 Nov 2008 pagi lewat Jakarta. Sore waktu setempat nyampai dan telp kerumah kondisi papa tidak ada masalah katanya.

Sekitar jam 9 malam aku dapat kabar kondisi papa turun.  Om Jangkwang bilang aku harus segera pulang. Bingung juga cari tiket dimana. Tapi untungnya Mandala sudah bisa reservasi via telp. Tiket masih ada 2 seat untuk esok paginya. Booking dan keluar cari ATM untuk bayar dan selesai semua urusan tiket. Saat jalan balik ke hotel Akiu Lai telp, papa sudah dipanggil pulang.

Aku masih ingat apa yang aku rasakan saat itu, dan saat ini rasa itu belum bisa aku lupakan. Aku menangis malam itu dalam pelukan Joan. Sebuah rasa kehilangan yang belum pernah aku rasakan. Sebuah rasa penyesalan yang sangat dalam aku rasakan.

Adekku bilang papa sering menanyakan aku apakah aku sudah sampai di Menado atau belum di hari terakhir itu. Dan saat sore papa dapat kabar aku sudah sampai Menado, beberapa saat kemudian kondisi papa jadi makin memburuk. Adekku bilang mungkin papa ga pengen aku ngeliat dan punya bayangan terakhir tentang papa dimana keadaan papa bener-bener sakit dan ambruk. Aku ga pernah menyesal ambil keputusan untuk pergi ke Menado waktu itu. Aku hanya kecewa tidak ada disamping papa disaat terakhirnya.

Papa dan aku bukan orang yang dekat dalam artian fisik. Aku sering kali menikmati kesendirianku dan ketenanganku dalam kamarku. Jarang waktu aku habiskan untuk ngobrol ngalor ngidul dengan orang rumah, sejak dari kecil. Waktu-waktu rekreasi bersamapun seringkali malas aku ikuti bareng-bareng keluarga. Aku memilih menghabiskan waktu dirumah entah ngapain aja.

Tapi saat papa sudah ga ada disini lagi, aku mengingat semua masa-masa laluku bersama papa, aku bisa tahu dan merasakan bagaimana papa sangat sayang ma aku. Di saat sakitku dan butuh terapi, papa yang tiap pagi mengantarku ke Pantirapih untuk terapi. Dan saat-saat kemudian dimana papa masih mau antar jemput untuk kepentinganku. Bagaimana papa bekerja hanya untuk keluargaku. Dan seringkali aku denger dari pegawai dan tetangga bagaimana papaku sering membanggakanku dengan perjalanan hidupku.

Secara prestasi akademik memang aku nda punya sesuatu yang fantastis, tetapi aku nda pernah stress dan ribet dengan urusan belajar. Aku buka buku seperluku dan semua jenjang pendidikan aku lewatin dengan enteng dan kalo mo sombong aku bilang sambil tutup sebelah mata. Kerjaan juga aku sudah mulai dari sebelum aku selesai kuliah bahkan akhirnya mengganggu jadwal skripsiku.

Bukan omelan karena aku malas belajar atau karena kuliah yang nda selesai-selesai, bukan juga pujian, tetapi belakangan aku tahu banyak omongan dibelakang yang papa banggakan tentang aku ..

Ada beberapa rasa yang jujur masih ku rasakan saat ini, ada beberapa hal yang pengen kutunjukkan ke papa bahwa jerih payahnya selama ini nda sia-sia. Bahwa dulu sampai harus Jogja-Magelang tiap hari berangkat jam 5 pagi pulang jam 8 malam bukanlah sesuatu yang percuma.

Aku sudah lupa kapan terakhir aku memeluk papaku dengan erat .. tahun-tahun terakhir hanya ciuman saat hari-hari tertentu saja.

Yang kutahu saat ini, betapa aku sangat sayang ma papaku .. dan bahkan saat ini aku  masih memerlukan kehadirannya disampingku ..

I miss you Pa ..

Dicoret Eddy pada October 27th, 2009

Sebuah reality show lokal, ga perhatian sie tadi di TV mana. Inti cerita aku ya ga tau. Tapi kalo ga salah sie episode ini mencarikan istri baru untuk Ahmad Dhani Dewa 19. Calonnya total ada 7. Yang satu sakit langsung dieliminasi ma si Ahmad.

Secara bentuk, nie cewe bentuknya emang yahud-yahud bodynya. Soal muka ya standart muka desa lah. Emang yang dicari kayaknya gadis-gadis desa. Berasa banget logatnya pas mereka ngamuk.

Apa yang menarik dari reality show ini ?

Si Dhani melakukan uji coba untuk memilih salah satu menjadi istri atau pacar atau teman tidur atau apalah ga tau.  Dan yang harus mereka lakukan adalah – Mencuci mobil sang dewa – dan mereka harus berganti dengan pakaian minim.

Alasan Dhani : mobil adalah salah satu hal yang dia sukai. Bagaimana para cewe ini memperlakukan si mobil dengan memandikannya, adalah cerminan sifat cewe-cewe tersebut.

Buat aku sie dhasar dianya aja doyan liat cewe-cewe itu berbasah-basahan. Halah .. aku sie ga munafik aku juga doyan kok. Cuman cowo gila aja yang nda doyan ngeliat itu.

Dan betul, adegan berbasah-basahan itupun dimulai. Para cewe mengerubungi mobil dan memandikan bersamaan. Adegan ini berlangsung beberapa menit sampai akhirnya seorang cewe ga sengaja menyemprotkan selang yang mancur airnya kesalah satu cewe saingannya. Ngamuklah cewe saingan itu dan seperti yang kalian bayangkan .. kucing garong yang basah kuyup saling kelahi dan tampar-tamparan.

Dan adegan basah-basahanpun selesai ..

Yang menarik adalah dunia pertelevisian benar-benar sedang tergila-gila dengan reality show. Apapun dijadikan show. Orang miskin dapat sejuta rupiah yang sampai menangis meraung-raung. Orang yang mencari sodaranya yang hilang. Kemarin aku liat seorang istri yang mencari suaminya yang minggat dan menemukan di tempat bilyard dan ternyata suaminya doyannya ama bencong .. gubrak !! Dan yang terakhir ya ini .. perkelahian kucing basah kuyup.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan reality show adalah tipu-tipu orang TV aja. Temenku ada yang pernah cerita menjadi saksi langsung bagaimana sebuah reality show itu hanyalah sebuah rekayasa .. kebetulan acara yang disaksikan adalah Termencret-mencret .. ( Tidak boleh menyebutkan acara langsung dan stasiun televisinya, bisa-bisa dituntut kayak Prita kena pasal pencemaran nama baik ).

Dia acara Cit-Cat juga aku rasa ada sedikit rekaya. Gimana para cewe itu membagi kubu. Bagaimana cewe itu saling pukul. Lagian kalo mo nampar kenapa ditangan .. nampar ya dipipi lah ..  tapi aku ga terlalu peduli dengan segala macam rekayasa itu. Aku lebih terfokus dengan acara basah-basahan mereka. Cowo mana sie yang nolak 6 cewe sexy datang kerumah untuk mencucikan mobil langsung didepan rumah pakai sabun dan selang dan air ..

Tapi seandainya sampai ospeknya si Dhani itu berhasil dilalui para cewe tadi .. apa iya si Dhani bakal mau menjadikan istri atau minimal pacar lah .. Kalau jadi temen tidur semalam sie iya pasti maulah si Dhani. Bentuknya aja yahud-yahud. Sebuah acara yang ga punya tujuan selain memuaskan nafsu pria aja melihat perkelahian cewe. Yah paling nda aku juga menikmati acara “cat fight”nya tadi ..